Tantangan dan Peluang Pendidikan AL-Qur’an di ERA Digital

Metro, IAIMNU Metro Lampung

Institut Agama Islam Ma’arif NU (IAIMNU) Metro Lampung melaksanakan kegiatan Sarasehan bersama Dr. Mahrus, M.Ag selaku Kasubdit Pendidikan Al-Qur’an Direktorat Diniyah dan Pondok Pesantren Kementrian Agama RI dengan tema “Tantangan dan Peluang Pendidikan Al-Qur’an di Era Digital. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor IAIMNU Metro Lampung Dr. Mispani, M.Pd.I, Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Kepala Biro, dan para dosen IAIMNU Metro Lampung yang diselenggarakan langsung di Aula GSG IAIMNU Metro lampung Jalan Raden Ajeng Kartini No. 28, Purwosari, Metro Utara, Metro, Lampung (30/6/22).

Kegiatan tersebut memberikan pemahaman bahwa pentingnya teknologi dan sumber daya manusia di era digitalisasi saat ini. Karena pada era digitalisasi saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang. Sehingga seluruh masyarakat indonesia mau tidak mau didorong untuk belajar mengaplikasikan teknologi khususnya dalam dunia pendidikan.

Guru yang tadinya mengajar secara tatap muka secara langsung, sekarang guru harus bisa menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran guna membantu proses pembelajaran dan mengikuti perkembangan zaman. Begitu pula dengan guru ngaji, seluruh sekolah atau kampus khususnya yang berbasis agama Islam yang mengajarkan agama. Guru dan Instansi Pendidikan dituntut untuk menyiapkan generasi yang siap menjalani dan menghadapi tantangan di era digital saat ini.

 Oleh karena itu, dunia digital menjadi tantangan dan peluang bagi pendidikan khususnya pendidikan al-Qur’an. Maka dari itu dunia pendidikan harus mempunyai strategi-strategi yang relevan dengan saat ini. Sebagaimana Dr. Mahsun, M.Ag mengatakan disela-sela materi bahwa “kami akan melakukan pendidikan al-Qur’an secara berjenjang, yaitu TK Al-Qur’an dan Pendidikan Al-Qur’an PAUD, Pendidikan Al-Qur’an Tingkat Dasar, Pendidikan Al-Qur’an Tingkat Menengah, dan Pendidikan Al-Qur’an Tingkat Menengah Atas, dengan ini tujuannya agar nantinya diharapkan dapat melahirkan para muffasir” ujarnya. Hal ini juga disampaikan oleh Dr. Mispani, M.Pd.I Rektor IAIMNU Metro Lampung mengatakan bahwa “Mimpi beliau ingin memunculkan para muffasir dari Indonesia” tandasnya.

Namun, untuk mewujudkan mimpi tersebut tidaklah mudah seperti halnya mengembalikan telapak tangan. Tetapi perlunya usaha yang sungguh-sungguh, sumber daya yang memadai, dan kekompoakan, serta dukungan baik dan pihak institusi pendidikan maupun masyarakat. Kemudian dalam pendidikan al-Qur’an di era digital saat ini mushaf digital dan bacaan al-Qur’an harus dari pengajar yang bersanad al-Qur’an. 

Pendidikan digital belajar al-Qur’an base online tidak hanya sebatas membaca al-Qur’an tetapi juga harus diawali dari niat yang sungguh-sunggung untuk belajar al-Qur’an dan belajar ilmu tajwid yang baik dan benar, serta ditambahkan ilmu ilmu lainnya seperti fiqh, tahrikh, bahasa, dan lain-lain.

Dengan demikian, pendidikan al-Qur’an di era digital dapat lebih terarah dan dapat membantu proses pembelajaran al-Qur’an dengan lebih maksimal khususnya di era digitalisasi saat ini.

Share:

More Posts

Send Us A Message

Ayo Segera Bergabung Bersama Kami

Menjadi Generasi Unggul Dimasa Depan

Copyright © 2023 Umala. All rights reserved.