FTIK UMALA  Ziarah Wali dan Masyayikh  Sebagai Bentuk Penguatan Basis Kultural dan Kajian Wisata Religi

Universitas Ma’arif Lampung (UMALA), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) menyeleggarakan kegiatan Kuliah Lapangan ziarah ke makam Sunan Ampel, Sunan Bayat, KH. Hasyim Asy’ari dan Gus Dur bagi mahasiswa/i FTIK. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bapak Ikhwan Aziz Q, M.Pd.I Kaprodi Pendidikan Agama Islam yang diikuti oleh Dekan FTIK, Ketua Program Studi, Dosen Pendamping, Tour Leader, dan 266 Mahasiswa/i FTIK UMALA (25/06/24).

Dr. Agus Setiawan, M.Pd., selaku Dekan FTIK mengatakan bahwa, “30% dalam kegiatan Kuliah Lapangan ini yaitu penguatan nilai nilai spiritual melalui ziarah ke makam Wali,” ujarnya.

Melalui kegiatan ziarah ini seluruh Mahasiswa/i FTIK memahami arti penting dari proses perkembangan Islam dalam pembentukan karakter bangsa. Mahasiswa/i FTIK UMALA mendudukan diri secara benar dalam konstelasi sosial dan kebudayaan Indonesia.

Ziarah ke makam Wali adalah sebuah bentuk penghormatan untuk para wali yang sudah mengajarkan dan menyebarkan ajaran Islam di seluruh wilayah Indonesia.

Hari selasa, 25 Juni 2024 Mahasiswa FTIK UMALA ziarah ke makam Sunan Ampel, KH. Hasyim Asy’ari dan Gus Dur.

Sunan Ampel adalah putra dari Sunan Gresik. Ia memiliki nama asli Raden Mohammad Ali Rahmatullah atau Raden Rahmat. Salah satu ajaran Sunan ampel yang paling terkenal adalah falsafah “Moh Limo”. Sunan Ampel berdakwah di daerah Ampeldenta sehingga nama Raden Rahmat kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Ampel. Makam Sunan Ampel kini berlokasi kampung Ampel, atau tepatnya di Jalan Petukangan I, Ampel, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya.

Kemudian dilanjut ziarah ke makam Sunan Bayat pada hari Kamis, 27 Juni 2024. Makam Sunan Bayat Ki Ageng Pandanaran yang berada di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Makam Sunan Pandanaran menjadi salah satu destinasi wisata religi yang cukup terkenal di kalangan para peziarah karena beliau merupakan salah satu wali penyebar agama Islam di daerah tembayat pada zaman Kerajaan Demak. Beliau juga merupakan salah satu murid Sunan Kalijaga. Terdapat 2 buah gentong yang memiliki ukiran naga oleh karena itu disebut Gentong Sinogo di dekat gapura .Didekat Gentong Sinogo telah disediakan gelas bagi siapa saya yang ingin meminum air yang ada pada Gentong Sinogo.

Kami berharap melalui kegiatan ziarah ini seluruh Mahasiswa FTIK UMALA dapat meningkatkan nilai nilai spiritual sekaligus mengambil ibroh (pelajaran) dari perjuangan para wali dan masyayikh dalam menyebarluaskan ajaran Islam di Indonesia.

Share:

More Posts

Send Us A Message

Ayo Segera Bergabung Bersama Kami

Menjadi Generasi Unggul Dimasa Depan

Copyright © 2023 Umala. All rights reserved.