FTIK UMALA Melakukan Kunjungan Destinasi Wisata Edukasi di Lereng Merapi

Universitas Ma’arif Lampung (UMALA), Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) melakukan kunjungan ke Lava Tour sebagai salah satu Destinasi Wisata Edukasi di Lereng Merapi. Kegiatan tersebut bagian dari Program Kuliah Lapangan yang diikuti oleh Dekan FTIK, Ketua Program Studi, Dosen Pendamping, Tour Leader, dan 266 Mahasiswa FTIK UMALA pada hari Rabu, 26 Juni 2024.

Lava Tour adalah tempat wisata sekaligus salah satu tempat yang memiliki nilai sejarah tinggi. Karena tempat tersebut merupakan kawasan atau wilayah yang pernah terkena dampak dari letusan Gunung Merapi yang terjadi pada tahun 2010 silam.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Novi salah satu Tour Leader Kuliah Lapangan bahwa, “Lava Tour adalah bagian tempat bersejarah, karena terbentuk setelah letusan gunung merapi tahun 2010,” ujarnya.

Kegiatan ini mengajak 266 mahasiswa FTIK UMALA untuk dibawa berkeliling di daerah tersebut dengan naik mobil jeep sebanyak 71 mobil jeep yang jumlah kapasitas satu mobil jeep maximal 4 orang penumpang. Destinasi pertama yaitu adalah sebuah museum yang bernama Museum Sisa Hartaku. Museum ini mengoleksi barang-barang sisaan para warga sekitar yang sudah terkena abu bahkan mungkin lava dari letusan gunung merapi. Mulai dari sepeda, tas, sepatu, alat musik, kerangka hewan-hewan ternak korban letusan, hingga peralatan rumah tangga yang telah rusak akibat terkena erupsi merapi.

Museum Mini Sisa Hartaku adalah sebuah museum yang menyimpan sisa-sisa letusan Gunung Merapi tahun 2010 yang merenggut nyawa setidaknya 353 orang. Museum ini terletak di Dusun Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta.

Setelah itu dilanjutkan ke Batu alien, yaitu merupakan sebuah batu yang terlontar dari kawah Gunung Merapi pada letusan 2010. Tidak tanggung-tanggung batu ini terlempar hingga Dusun Jambu, Kepuharjo, Cangkringan, Kabupaten Sleman yang terletak cukup jauh dari bibir kawah Gunung Merapi. Batu alien menjadi salah satu batu-batu raksasa yang menerjang kawasan permukiman penduduk sekitar.

Uniknya batu raksasa ini disebut-sebut membentuk wajah bahkan kepala singa. Dikutip dari berbagai sumber, penamaan batu alien berasal dari bahasa Jawa “alihan” yang berarti pindah.

Harapannya dari kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran kepada mahasiswa FTIK UMALA bahwa pentingnya peran Wisata Edukasi dan museum dalam menjaga orisinalitas sejarah suatu negara atau bangsa. Selain itu, upaya konservasi koleksi museum dan inovasi yang terus dilakukan untuk menjadikan museum sebagai bagian integral dari masyarakat. Maka perlunya peran mahasiswa sebagai edukator, serta bagaimana mahasiswa sebagai generasi muda dapat berinovasi dalam pemasaran museum dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

Share:

More Posts

Send Us A Message

Ayo Segera Bergabung Bersama Kami

Menjadi Generasi Unggul Dimasa Depan

Copyright © 2023 Umala. All rights reserved.